5 Cara Menjaga Sistem Keamanan Informasi yang Baik dan Benar

  • Home
  • ISO
  • 5 Cara Menjaga Sistem Keamanan Informasi yang Baik dan Benar
Sistem Keamanan Informasi

Sistem Keamanan Informasi – Kemajuan informasi dan teknologi seiring berjalannya waktu sekarang ini semakin maju dan berkembang. Dengan teknologi yang semakin maju memberikan banyak keuntungan untuk banyak orang. Seperti halnya dapat membantu untuk mempercepat pekerjaan. Namun, tidak hanya dilihat dari segi keuntungannya. Perlu juga untuk memperhatikan sistem keamanan informasi itu sendiri.

Sistem Keamanan Informasi

Cara Menjaga Sistem Keamanan Informasi

Pada dasarnya, pengamanan sistem informasi dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu, pencegahan dan pengobatan. Cara pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah sistem keamanan dalam pengoperasiannya. Sedangkan untuk pengobatannya, dapat dilakukan saat masalah pada sebuah sistem tersebut terjadi. Untuk dapat mendukung hal tersebut, perlu mengetahui cara menjaga sistem keamanan informasi yang baik dan benar. Sebagai berikut :

1. Memilih Password

Cara menjaga sistem keamanan informasi yang pertama adalah dengan pemilihan password yang tepat. Apabila menggunakan password yang baik dalam sebuah sistem informasi, maka akan membuat sistem tidak mudah diretas dan aman. Jika, menggunakan password yang mudah ditebak seperti contohnya kata atau angka yang lekat pada penggunaannya.

Akan dapat merugikan dan membuat keamanan pada sistem informasi tidak aman. Usahakan memilih password yang sulit orang lain untuk bisa menebak. Namun, tidak perlu menggunakan password yang terlalu susah dan rumit. Sebab, untuk menghindari agar pengguna tidak lupa dengan passwordnya sendiri.

2. Memasang Proteksi

Agar sistem informasi lebih bisa terjaga keamanannya, maka tidak ada salahnya jika memasang proteksi. Sistem proteksi bisa berupa filter dan yang lebih spesifik yaitu firewall. Filter digunakan untuk bisa memfilter segala informasi, email, dan akses-akses yang digunakan lainnya.

Sedangkan firewall adalah perangkat yang digunakan pada internet dengan menggunakan jaringan internal. Tujuan utama dari sistem proteksi firewall ini  yaitu, berfungsi untuk menjaga akses-akses yang dilakukan dari orang tidak berwenang. Memasang proteksi sangat berguna untuk menghindari hacker ataupun virus-virus yang dapat menyerang sistem.

3. Batasi Akses

Cara menjaga sistem keamanan informasi yang selanjutnya adalah dengan membatasi akses pada sistem. Dengan membatasi akses berguna untuk mencegah peretas atau pencuri untuk dapat merusak sistem. Cara membatasi akses tersebut adalah bisa dengan menghilangkan segala akses yang tidak diperlukan atau dibutuhkan pada hardware maupun software.

Kemudian batasi juga hak akses pada setiap pengguna sistem yang digunakan. Gunakan peralatan dan program hanya untuk yang diperlukan. Jika, perlu gunakan juga alamat email, login server, dan nama domain yang tidak mainstream dan unik untuk digunakan.

4. Melakukan Pemantauan Rutin

Untuk dapat memperketat dalam menjaga keamanan pada sistem informasi perlu dilakukan pemantau secara rutin. Sistem ini biasanya digunakan ketika ada tamu yang tidak diundang ataupun serangan pada sistem. Sistem keamanan yang bernama IDS (Intruder Detection System), juga berguna untuk dapat memberikan informasi admistrator lewat email.

Selain itu, untuk dapat lebih menjaga keamanan sistem perlu juga dilakukan sistem skrinning dan pemeriksaan latar belakang pada setiap tamu maupun karyawan sendiri. Pada awal  percobaan akses terhadap data sensitif atau jaringan yang mencurigakan. Jika, dilakukan oleh karyawan harus dilarang dan juga dibatasi, agar sistem IT  menjadi terkendali dan aman.

5. Melakukan Backup Secara Rutin

Cara menjaga sistem keamanan informasi ini adalah dengan melakukan backup secara teratur dan rutin. Apabila pada sebuah pengoperasian sistem informasi tidak ada back up data. Maka, dapat dipastikan bila suatu saat data-data yang ada akan hilang. Hal itu, bisa disebabkan karena virus ataupun hacker yang menyerang sistem.

Dengan melakukan back up data secara rutin, setidaknya hal tersebut bisa diatasi. Kemudian back up data juga membantu mengamankan data-data yang bersifat penting dan krusial. Akan lebih baik bila sebelumnya bisa mengantinsipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Sistem Keamanan Informasi

Nah di atas merupakan ulasan mengenai cara menjaga sistem keamanan informasi, semoga informasi yang kami sampaikan di atas dapat bermanfaat banyak untuk anda. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat untuk anda.

Nah, berikut diatas beberapa ulasan tentang lima cara menjaga sistem keamanan informasi yang baik dan benar. Dengan melakukan cara diatas, akan sangat berguna untuk dapat menjaga keamanan sistem dari berbagai serangan yang dapat merusak.

Salam sukses – Jasa Konsultan ISO

Comments are closed