Manajemen Rantai Suplai – Manajemen rantai suplai merupakan salah satu ilmu di bidang manajemen. Digunakan dalam aktivitas perusahaan untuk menunjang operasional yang dimilikinya. Memilih manajemen ini terdapat pertimbangan yang telah dibahas oleh pihak perusahaan sendiri seperti lokasi, persediaan, produksi, transportasi, dan informasi. Mari simak ringkasan apa yang ada di manajemen ini berikut ini.
Pengertian Manajemen Rantai Suplai
Pengertian dalam ulasan ini datang dari para ahli. Sebut saja James A. dan Mona J. Fitzsimmons. Tidak ketinggalan juga Chase, Aquilano, dan Jacobs. Hal yang perlu digaris bawahi dari pendapat mereka sebagai para ahli adalah pendekatan total dari awal proses hingga sampai di tangan konsumen. Russell dan Taylor menambahkan proses pengelolaan arus informasi, produk, dan pelayanan.
Menurut Stevenson, manajemen ini merupakan koordinasi strategis. Robert J. Vokurka, Gail M. Zank, dan Carl M. Lund III mengemukakan bahwa manajemen suplai ini adalah semua kegiatan yang melibatkan pengantaran dari awal pembuatan sampai hasil akhir berada di pelanggan. Heizer dan Rander tidak mau ketinggalan juga dengan berpendapat hampir sama dengan sebelumnya.
Komponen Manajemen Rantai Suplai
Dari penjelasan pendapat para ahli sebelumnya, terdapat jaringan yang membentuk suatu komponen. Tersedia lima jaringan dalam prosesnya yang dimulai dari supplier. Sebagai penyedia bahan baku, pihaknya akan menyalurkan ke manufaktur. Potensi penekanan biaya akan terjadi di jaringan kedua ini. Setelah produk diselesaikan, distributor hadir sebagai jaringan ketiga.
Outlet siap sedia sebagai jaringan keempat untuk menerima produk dari distributor. Outlet disini biasanya memiliki gudang penyimpanan untuk menyalurkannya ke jaringan selanjutnya yaitu konsumen. Sejak jaringan ketiga sebenarnya bisa saja langsung menuju jaringan terakhir, namun kasus tersebut mulai berkurang dari tahun ke tahun. Dari kelima jaringan yang ada menghasilkan 3 komponen berikut ini.
1. Upstream Supply Chain
Penekanan dalam komponen yang pertama ini adalah pihak vendor. Dalam arti lain, terdapat penyalur atau distributor barang perusahaan ke tangan konsumen. Perusahaan tidak perlu repot memikirkan bagaimana barangnya akan sampai ditangan konsumen dalam keadaan aman.
2. Downstream Supply Chain
Komponen kedua ini berbanding terbalik dengan komponen pertama. Perusahaan akan menangani langsung barang hingga di tangan konsumen. Biasanya jenis perusahaan yang menggunakan komponen ini adalah perusahaan yang menerima pesanan sesuai keinginan konsumen.
3. Internal Supply Chain
Komponen satu ini berkaitan dengan barang masuk di perusahaan yang ada. Penekanannya pada barang masuk menyebabkan komponen ini lebih mengarah ke manajemen produksi. Proses produksi memang termasuk dalam rangkaian manajemen rantai suplai.
Tujuan Manajemen Rantai Suplai
Tujuan dari manajemen ini karena diwujudkannya suatu teknik produksi. Just in Time adalah teknik produksi yang terkenal dalam manajemen ini. Diterapkan pertama kali oleh negara Jepang dengan mengangkat konsep menghilangkan waktu ‘jeda’. Selanjutnya ada teknik total quality management. Dalam teknik tersebut dibutuhkan kelompok dengan beberapa orang saja yang berdiskusi mengenai peningkatan kualitas yang dimiliki perusahaan.
Ada lagi teknik yang disebut mass customization yang mengandalkan komputer dan sistem manufaktur lainnya. Contohnya adalah pembuatan kartu ucapan oleh Hallmark. Terakhir ada teknik six sigma. Menerapkan teknik tersebut dibutuhkan lima langkah yaitu penjelasan, pengukuran, analisa, pengembangan, dan pengendalian. Diharapkan dengan salah satu teknik produksi yang dipilih dapat mewujudkan tujuan manajemen ini yang tertera di bawah ini.
- Menghasilkan produk yang murah dan berkualitas.
- Terciptanya manajemen waktu yang tepat.
- Variasi produk juga ditargetkan lebih banyak lagi ketika menggunakan manajemen ini.
- Hubungan dengan pelanggan diharapkan berlanjut baik.
- Penanganan dan respon terhadap masalah resiko bisa dilakukan secara efektif dan efisien.
Lihatlah video menarik berikut ini :
Dari penjelasan ringkas di atas, dapat disimpulkan bahwa manajemen rantai suplai tidak lepas dari arus informasi, material, dan finansial. Permasalahan seperti masalah koordinasi antar pihak memang masih terjadi di manajemen ini. Namun, manajemen ini termasuk rapi dibandingkan dengan lainnya sehingga menjadi rekomendasi bagi perusahaan besar maupun yang baru saja berkembang.
Salam sukses – Jasa Konsultan ISO
Comments are closed