FMEA atau failure mode and effects analysis adalah sebuah bentuk evaluasi on going yang dilakukan pada perusahaan atau pabrik. Ini merupakan sebuah langkah penting yang harus dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Terdapat beberapa poin penting yang diteliti dalam FMEA, untuk mencapai tujuan tertentu. Berikut adalah poin dan prosedur FMAE:
Poin Penting Dan Prosedur Failure Mode And Effects Analysis
Ini merupakan beberapa hal yang diteliti dan dinilai dalam FMAE. Melalui pengamatan pada beberapa hal berikut, seorang ahli dapat meminimalisir kemungkinan gagalnya produksi. Kemudian, menemukan solusi permasalahan yang ada dalam berbagai aspek. Berikut adalah poin-poin tersebut.
1. Sistem
Sistem yang digunakan dalam manajemen sebuah perusahaan berkaitan erat dengan efektivitas produksi dan kualitas produk. Sebab jika manajemen tidak berfungsi dengan baik, maka proses produksi, distribusi pekerjaan dan alur tanggungjawab menjadi tidak jelas.
Sistem dalam perusahaan yang harus dicek dengan prosedur FMEA akan menghasilkan beberapa output. Misalnya, apakah ada kekeliruan dalam sistem kerja, apakah pekerjaan yang selama ini dilakukan sudah efektif. Lalu bagaimana menanggulangi masalah yang sudah ditemukan dan lain sebagainya.
2. Desain
Desain produk adalah salah satu kunci keberhasilan penjualan produk dan desain yang baik adalah yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Sesuai dengan tujuan penciptaan produk dan bisa memberikan manfaat bagi pengguna.
Prosedur FMEA bisa memberikan gambaran apakah rancangan produk cukup memenuhi standar. Failure Mode and Effect Analysis juga bisa menentukan apakah suatu desain bisa dilanjutkan produksinya atau perlu diperbaiki.
Melalui perbaikan dari segi desain, produk diharapkan bisa lebih bermanfaat serta diterima pelanggan. Selain itu dapat pula dilakukan pembaharuan mesin jika diperlukan untuk mencegah kegagalan produksi.
3. Proses
Proses produksi merupakan satu poin yang sangat perlu dianalisis. Sebab proses inilah yang menentukan keberhasilan produksi barang maupun makanan.
Jika proses gagal atau mengalami kesalahan sedikit saja, maka produk bisa turun kualitasnya atau bahkan gagal. Ketelitian dalam hal kecil misalnya suhu ruangan, kecepatan mixer pabrik kue, hingga kecepatan konveyor sangatlah penting.
Salah perhitungan sedikit saja misalnya pada takaran air atau jumlah tepung adonan kue atau biskuit bisa saja rusak. Atau proses memasukkan cairan ke kemasan meleset sebab komunikasi satu mesin dengan mesin lain terdapat selisih. Ini bisa mengakibatkan kerugian besar pada perusahaan sehingga FMEA harus dilakukan secara berkala.
4. Servis/ Fungsi Jasa
Bagian keempat dari failure mode and effects analysis adalah mengenai servis atau fungsi jasa. Sebagai contoh, perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman barang, jasa cetak buku, atau perusahaan jasa lainnya.
Mereka harus bisa menentukan tujuan utama yaitu mengantarkan barang dengan cepat dan selamat. Salah satu cara untuk mengetahui kepuasan pelanggan adalah dengan mengumpulkan umpan balik dari pengguna servis. Misalnya dengan memberikan skala penilaian sederhana pada pelanggan.
Namun dari prosedur FMEA, peneliti bisa memperkirakan respon pelanggan sebelum servis dilakukan. Caranya adalah dengan mengevaluasi sistem kerja, rencana produk, dan proses pengerjaan atau penyampaian jasa yang ditawarkan.
Prosedur Failure Mode And Effects Analysis
Dalam pelaksanaannya, FMEA menggunakan beberapa prinsip utama. Yaitu severity, yang terkait dengan resiko dan dampak dari setiap tahapan produksi. Kemudian Occurence yang meneliti kemungkinan munculnya kegagalan dalam produksi. Serta Detection yang berguna untuk memperkirakan seberapa jauh masalah bisa dideteksi dari gejala yang sudah ada.
Failure mode and effects analysis adalah sebuah metode analisa kesalahan yang muncul dari proses perancangan suatu pekerjaan rancangan. Failure mode and effects analysis berupa sebuah lembar yang berisi poin-poin penting dalam proses pembuatan rancangan yang dapat berpotensi terjadinya kesalahan. Kesalahan dapat terjeadi dalam proses produksi produk yang akan dibuat.
Prinsip ini bisa dilakukan oleh para ahli yang sudah memahami seluk beluk failure mode and effects analysis. Setiap bagian memuat hal yang penting bagi pelaksanaan perusahaan sehingga FMAE dianjurkan untuk selalu dilakukan secara berkala.
Salam sukses – Jasa Konsultan ISO
Comments are closed