Apa Itu HACCP – Pangan menjadi salah satu kebutuhan pokok yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat. Olah karena itu sekarang ini banyak sekali muncul produk pangan baik itu makanan maupun minuman. Untuk menjamin kualitas produk, setiap perusahaan perlu menerapkan sistem HACCP. Apa itu HACCP? Berikut ini ulasannya.
Apa Itu HACCP
Mungkin banyak orang yang belum mengetahui tentang apa itu HACCP. HACCP adalah sistem yang mengontrol kondisi makanan yang disesuaikan dengan tolak ukur yang telah ditetapkan. HACCP sendiri merupakan singkatan dari Hazard Analysis and Critical Control Point. Sebagai sistem yang mengontrol makanan, HACCP menjadi penguji makanan yang akan menentukan bahaya atau tidaknya suatu makanan. Sehingga dengan begitu HACCP menjadi sistem jaminan mutu bagi makanan.
Tujuan utama dari adanya HACCP adalah untuk mengawasi peredaran produk makanan yang terdiri dari berbagai jenis dan merk. Sehingga masyarakat akan terhindar dari olahan makanan yang tidak sehat dan berbahaya.
Apa itu HACCP? dan Penerapan Sistemnya Pada Industri Pangan
Setelah mengetahui apa itu HACCP, selanjutnya adalah mengetahui bagaimana penerapan sistem ini pada industri pangan. Berikut ini beberapa pola penerapan sistem HACCP pada industri pangan yang perlu diketahui:
1. Komitmen Manajemen
Salah satu penerapan sistem HACCP pada industri pangan adalah komitmen manajemen. Dalam hal ini manajemen memiliki tanggung jawab tertinggi demi keberhasilan penerapan HACCP. Seluruh karyawan dan staff pada industri pangan harus bekerja sama demi mewujudkan keberhasilan sistem HACCP baik dari segi sumber daya manusia, peralatan, bahan baku maupun waktu.
2. Pembentukan Tim HACCP
Setelah perusahaan memiliki komitmen manajemen, selanjutnya perusahaan harus membentuk tim HACCP. Pembentukan tim sangat penting untuk memperjelas tentang apa itu HACCP. Sebaiknya setiap anggota terdiri dari berbagai disiplin ilmu yang memiliki pengetahuan yang spesifik mengenai suatu produk makanan. Tim yang sudah terbentuk itu kemudian bertanggung jawab penuh terhadap perencanaan, penerapan dan pengembangan sistem HACCP.
3. Pelatihan Tim HACCP
Setiap anggota yang sudah terpilih menjadi tim HACCP harus mengikuti pelatihan atau training mengenai prinsip dan cara implementasi HACCP. Sebagai contoh yaitu hazard dan analisisnya, peran titik kendali kritis dan batas kritis dalam menjaga keamanan pangan, dll. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan mengembangkan keahlian setiap anggota agar memperlancar pekerjaan dan tanggung jawabnya sebagai tim HACCP.
4. Deskripsi Produk Dan Identifikasi Konsumen
Seluruh tim HACCP kemudian mendeskripsikan atau menjelaskan secara menyeluruh terkait produk yang akan diproduksi. Deskripsi produk mencakup bahan produk, formulasi, daya tahan produk hingga pendistribusian produk.
Semua informasi tersebut harus dideskripsikan secara jelas dan rinci oleh tim HACCP. Dengan begitu maka tim bisa melakukan evaluasi secara luas dan komprehensif. Selain itu juga harus mengidentifikasi tujuan dari penggunaan produk. Dalam hal ini harus mempertimbangkan kelompok masyarakat berisiko tinggi.
5. Penyusunan Bagan Alir Proses Dan Menguji Serta Memeriksa Kembali
Alir proses bertujuan untuk menggambarkan tahapan proses produksi dan agar lebih mudah dikenali. Setelah dibuat, maka tim juga harus memeriksa kembali diagram alir proses tersebut. Pemeriksaan harus didasarkan pada proses pengolahan yang sebenarnya di lapangan. Jika terdapat beberapa perbedaan, maka diagram alir proses harus dimotifikasi.
6. Menerapkan Prinsip HACCP
Penerapan yang harus dilakukan adalah penerapan prinsip HACCP itu sendiri pada proses saat melakukan deskripsi hingga penyusunan bagan alir proses. Prinsip-prinsip tersebut diantaranya membuat daftar bahaya, menetapkan titik kendali kritis dan menentukan batas untuk setiap tit kendali kritis. Selain itu juga menetapkan sistem pemantauan CCP, menetapkan tindakan koreksi pada penyimpangan, menetapkan prosedur verifikasi serta membuat catatan dan dokumentasi.
Lihatlah video menarik berikut ini :
Nah itulah penjelasan mengenai apa itu HACCP dan bagaimana penerapannya pada industri pangan. Untuk mewujudkan keberhasilan dari HACCP, tentu peran dan kerjasama dari setiap tim menjadi hal yang paling penting. Dengan begitu kesulitan dan kendala terkait penerapan sistem bisa teratasi.
Salam sukses – Jasa Konsultan ISO
Comments are closed