Manajemen Risiko Perusahaan – Setiap aktivitas pasti mengandung risiko, yakni kemungkinan yang akan terjadi di masa akan datang. Konsekuensi ini harus diantisipasi dengan baik oleh sebuah perusahaan. Jika tidak, maka kondisi tersebut dapat menimbulkan kerugian. Oleh sebab itu, manajemen risiko perusahaan perlu disusun secara sistematis dan dipahami oleh seluruh kalangan.
Pengertian dari manajemen risiko ini adalah cara manajemen perusahaan dalam mengelola ketidakpastian yang timbul dari proses bisnisnya. Perusahaan memiliki peta kemungkinan permasalahan yang tersusun secara sistematis dan komprehensif. Hal ini guna memudahkan eksekusi saat permasalahan tersebut benar-benar terjadi.
Pentingnya Manajemen Risiko Perusahaan
Adanya manajemen risiko ini meminimalisir kerugian, bahkan mampu menghindari kebangkrutan. Seringnya ancaman ini justru tidak disadari oleh perusahaan sejak awal. Dampaknya baru terasa setelah sekian lama mendekati kehancuran. Memang tidak mudah untuk mengidentifikasi permasalahan perusahaan. Namun jangan khawatir, ada beberapa pihak yang menyediakan jasa pelatihan ini untuk karyawan. Adapun tujuan dilakukannya manajemen risiko selain sebagai langkah antisipasi adalah, sebagai berikut:
- Menciptakan sikap proaktif. Jika kesadaran terhadap kemungkinan buruk tertanam dari level manajemen hingga eksekutor, maka setiap orang akan mengingatkan satu sama lain. Mereka saling menjaga agar tidak melakukan hal yang menimbulkan kerugian.
- Bentuk peringatan untuk semua orang. Hal-hal yang memungkinkan kerugian seharusnya diketahui oleh karyawan. Bisa dikomunikasikan melalui bulletin internal atau sharing session atasan setiap unit. Hal ini menjadi peringatan bagi semua orang yang terlibat dalam proses bisnis.
- Mendorong kinerja perusahaan. Adanya risiko yang akan terjadi jangan sampai membuat demotivasi karyawan. Sebaliknya, manajemen risiko perusahaan harus mampu memotivasi setiap orang untuk berinovasi.
Jenis Manajemen Risiko Perusahaan Yang Sering Terjadi
Lebih jauh mengenai risiko, ada 2 jenis risiko pada perusahaan, yaitu risiko spekulatif dan risiko murni. Risiko spekulatif dikenal juga dengan risiko bisnis. Layaknya orang bermain lotre ada kemungkinan meraup untung besar atau sebaliknya. Inilah risiko spekulatif pada sebuah perusahaan. Perlu dilakukan analisis saat berinvestasi apakah akan memberikan keuntungan atau malah kerugian. Dari hasil analisis kemudian disusun langkah-langkah antisipasi menghadapi kondisi tersebut.
Sedangkan risiko murni merupakan sesuatu yang pasti akan merugikan dan tidak mungkin menguntungkan. Risiko ini biasanya terjadi secara eksternal, bukan dari manajemen perusahaan. Misalnya, bencana alam gempa. Hal ini dapat merusak bangunan dan menghambat kegiatan bisnis perusahaan tersebut. Adanya kerusuhan atau huru-hara juga sering menghentikan aktivitas perusahaan.
Secara mendasar perbedaan dari kedua risiko di atas adalah kemungkinan yang akan terjadi. Risiko spekulatif masih memberikan kemungkinan positif bagi perusahaan. Ini dinamakan kondisi kesempatan (opportunity). Sebaliknya untuk risiko murni hanya akan menimbulkan kerugian perusahaan.
Manajemen Risiko Perusahaan di Berbagai Bidang
Semakin besar ukuran perusahaan, maka semakin luas pula analisis manajemen risikonya. Kemungkinan konsekuensi pun akan menjadi beragam. Tidak hanya kerugian dari segi bisnis, risiko bisa juga terjadi di ranah sumber daya manusianya. Di bawah ini adalah bidang yang perlu memiliki manajemen risiko:
- Risiko operasional. Ranah analisis risiko di bidang operasional berhubungan dengan proses internal dan eksternal. Untuk proses internal berkaitan dengan sistem kerja, aktivitas teknis, dan lainnya. Untuk faktor eksternal seperti bencana alam.
- Risiko finansial. Proses pengelolaan risiko finansial meliputi identifikasi dan evaluasi yang berhubungan dengan aset perusahaan dan hal-hal keuangan.
- Risiko hazard. Untuk risiko ini merupakan segala sesuatu yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan, seperti pelanggaran terhadap SOP, kemungkinan kecelakaan pegawai, atau peluang korupsi.
- Risiko strategis. Manajemen risiko ini strategis sudah masuk ke level manajemen. Mereka adalah pihak-pihak yang mengambil keputusan. Adanya analisis manajemen risiko menjaga supaya kebijakan – kebijakan tetap pada koridor bisnis perusahaan.
Lihatlah video menarik berikut ini :
Setelah manajemen risiko perusahaan dilakukan, langkah selanjutnya adalah evaluasi. Ini merupakan tindakan lain yang perlu dipikirkan secara matang. Harapannya evaluasi terus memberikan pembaruan terhadap kemungkinan buruk yang akan terjadi. Tentunya sesuai dengan perkembangan dunia bisnis ke depan.
Salam sukses – Jasa Konsultan ISO
Comments are closed