Proses Manajemen Resiko – Resiko seringkali menjadi pertimbangan utama dalam suatu perusahaan. Terjadinya resiko akan mempengaruhi aktivitas perusahaan. Maka dari itu setiap perusahaan biasanya menerapkan suatu proses manajemen resiko untuk menghindari hal-hal yang fatal bagi perusahaan. Resiko dapat dihindari bahkan dihilangkan dengan tindakan yang tepat untuk menanggulangi hal ini.
Proses manajemen resiko menurut ISO 31000:2019 adalah penerapan prinsip dalam membangun manajemen resiko. Berikut ada beberapa proses manajemen resiko yang sering diterapkan dalam suatu perusahaan.
Proses Manajemen Resiko Perusahaan
1. Penetapan Konteks
Untuk tahap ini, penetapan konteks akan berhubungan dengan pengelolaan resiko dalam suatu perusahaan. Masalah perusahaan yang dimungkinkan akan menimbulkan resiko akan dikaitkan dengan lingkungan perusahaan baik secara internal hingga eksternal. Dalam penetapan konteks akan ditetapkan juga mengenai problem solving dan prioritas dari masalah yang dikelola.
2. Penilaian Resiko
Kemudian resiko akan dinilai tingkat keparahan dari kejadian yang timbul terhadap perusahaan. Setiap manajemen akan memberikan penilaian terhadap resiko yang diakibatkan. Penilaian resiko berdasarkan efek yang ditimbulkan terhadap manajemen. Untuk Penilaian resiko terdiri dari dua tahap yaitu identifikasi dan pengukuran.
- Identifikasi Resiko. Proses ini akan dilakukan identifikasi yang memungkinkan akan berpengaruh pada pencapaian perusahaan. Resiko yang telah dinilai oleh setiap manajemen akan disusun dalam suatu daftar. Hal ini dilakukan karena tingkat keparahan resiko yang akan merugikan perusahaan dapat terlihat. Sehingga penanggulangan resiko dapat dilakukan berdasarkan prioritas yang ditentukan.
- Pengukuran Resiko. Hasil dari pengukuran resiko akan menghasilkan analisis resiko berdasarkan tingkat manajemen. Dari hasil pengukuran resiko akan terlihat status resiko berdasarkan tingkatan dan peta resiko. Pengukuran resiko akan sangat efektif untuk mendapatkan gambaran dalam penetapan manajemen resiko. Pengukuran resiko dapat dilakukan secara kuantitatif atau kualitatif. Metode yang akan digunakan dalam perusahaan untuk mengukur resiko akan dilakukan berdasarkan kebutuhan perusahaan.
3. Penanganan Resiko
Dalam penanganan resiko, terdapat perencanaan yang berupa mitigasi atas resiko yang diakibatkan agar mendapatkan penyelesaian. Jika hal ini dapat dilakukan dengan tepat, maka resiko akan dapat dihindari bahkan dihilangkan. Penanganan resiko akan membuat terhindar dari resiko, hilangnya resiko, mengurangi resiko, dan mentransfer resiko.
Penanganan resiko menjadi tantangan setiap manajemen. Hal ini dilakukan karena akan berpengaruh dan membawa dampak pada manajemen. Maka dari itu, diperlukan strategi dalam penanganan resiko sehingga resiko yang terjadi dapat dihindari dengan baik.
4. Evaluasi Dan Peninjauan Kembali
Evaluasi resiko akan dilakukan pembandingan analisis terhadap kriteria resiko yang telah ditetapkan. Hasil ini akan menjadi dasar dalam kegiatan menangani resiko yang terjadi. Evaluasi dilakukan berdasarkan pemeriksaan terhadap kegiatan perusahaan yang didukung dengan audit bidang manajemen resiko.
Audit manajemen resiko akan melakukan pemeriksaan bagian internal hingga eksternal perusahaan. Sehingga akan diketahui kelemahan setiap manajemen yang memungkinkan resiko akan muncul. Evaluasi ini akan membuat perubahan tindak lanjut dari keputusan yang diambil setiap manajemen. Selain itu, perusahaan akan dapat memonitor kegiatan yang akan dilakukan dalam periode yang mendatang.
5. Komunikasi Manajemen
Komunikasi sangat penting bagi suatu organisasi. Kegiatan komunikasi akan memudahkan bahkan mendukung manajemen untuk bekerja dalam perusahaan. Resiko juga dapat bergantung pada komunikasi setiap unit manajemen yang ada dalam perusahaan. Jika komunikasi setiap manajemen perusahaan dapat berjalan dengan baik maka tingkat resiko yang timbul akan semakin kecil.
Proses Manajemen Resiko
Proses manajemen di atas dapat anda anda pe;ajari untuk lebih jaunya lagi di sini anda dapat mempelajarinya, semoga informasi yang kami sampaikan di atas dapat bermanfaat banyak.
Setiap organisasi atau perusahaan harus mengelola resiko dengan baik sesuai dengan strategi yang ditetapkan. Agar terhindar dari resiko, diperlukan proses manajemen resiko yang ditetapkan berdasarkan kebutuhan dan strategi perusahaan. Dengan dilakukannya proses manajemen resiko, maka tata kelola perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG) dapat diterapkan dengan baik dalam perusahaan.
Salam sukses – Jasa Konsultan ISO
Comments are closed